earth

Guestbook

/* Iklan google ads */
Membicarakan Iran memang selalu menarik, apakah itu menyangkut perseteruannya dengan Amerika dan Israel (yang oleh sebagian kalangan disebut "omdo"), perkembangan IPTEK-nya yang hampir menyamai negara-negara maju, seperti: Amerika, Jepang dan Eropa, atau menyangkut Syiah-nya yang selalu dituding sebagai agama sesat dan bukan bagian dari Islam.

Membicarakan Iran seperti membicarakan wanita seksi di hadapan seorang alim (jaim?): pura-pura tidak mendengar padahal sebenarnya menyimak, pura-pura benci padahal sebenarnya menikmati.

Iran memang menarik dan "seksi". Tapi yang menarik perhatian kali ini bukanlah masalah Syiah-nya, yang sudah dikupas beberapa waktu lalu, atau masalah lain seputar Iran. Yang menarik perhatian kali ini adalah berkaitan dengan surat Muhammad ayat 38:
هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
"Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu." (QS, 47:38)
Dalam ayat tersebut Allah mengancam bangsa Arab, jika mereka berpaling dari kebenaran (ajaran Allah) maka Allah akan menghancurkan mereka dan kemudian menggantikannya dengan bangsa lain yang lebih baik, yang tidak memiliki sikap dan perilaku seperti bangsa Arab.

Bangsa apakah mereka? Dalam sebuah hadits dari Imam Baihaqi, yang dinukil Tafsir Al Maragi, menyebutkan bahwa bangsa Persia (Iran) lah yang nanti akan menggantikan bangsa Arab:
تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم هذه الآية إلى أخرها، فقالوا : يا رسول الله من هؤلاء الذين إن تولينا استبدلوا بنا ثم لا يكونون أمثالنا فضرب رسول الله علة منكب سلمان ثم قال : هذا قومه والذي نفسي بيده لو أن هذا الدين تعلق بالثريا لتناوله رجال من فارس
"Rasulullah saw. membaca ayat ini sampai akhir, maka para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu yang jika kami berpaling, mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?". Maka Rasulullah menepuk bahu Salman, kemudian berkata, "Inilah orangnya berserta kaumnya. Demi Allah, yang diriku berada dalam kekuasan-Nya, seandainya agama itu tergantung di bintang Surayya, dia akan dicapai oleh arang-orang dari Persia." (lihat Tafsir Al Maragi hal. 79 juz 26, jilid IX)[1]
Percayakah dengan hadits tersebut karena sumbernya berasal dari Abu Huraerah?[2] Dan kenapa bangsa Persia, bangsanya Salman Al-Farisi, yang dipilih bukannya bangsa Yahudi atau bangsa Armenia, misalnya?

Baiklah, anggap saja hadits itu tidak ada dan kita lebih melihatnya pada isi surat Muhammad ayat 38 di atas, dimana dinyatakan bahwa jika bangsa Arab berpaling niscaya Allah akan menggantikannya dengan bangsa lain yang tidak seperti bangsa Arab. Pertanyaannya, bangsa apakah yang akan menggantikan bangsa Arab itu? Di kawasan Timur Tengah, yang bisa menggatikan bangsa Arab hanya dua, yaitu: bangsa Kurdi dan bangsa Persia, karena tidak mungkin digantikan oleh bangsa Yahudi atau oleh bangsa Armenia yang Kristen. Tapi mengenai bangsa Kurdi, rasanya sulit untuk bisa menggantikan bangsa Arab karena sifat masyarakatnya yang cenderung tradisional dan nomaden. Satu-satunya yang paling mungkin adalah bangsa Persia.

Pertanyaannya sekarang adalah bangsa Persia yang mana karena bangsa Persia tersebar di antara negara Iran, Irak, Suriah, Afganistan, dan Pakistan? Untuk menjawabnya, perhatikan kriteria bangsa yang dijanjikan Allah dalam surat Al-Mâ´idah ayat 54 berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas, lagi Maha Mengetahui." (QS, 5:54)
Dari ayat tersebut, ada lima kriteria bangsa yang dijanjikan Allah, yang akan menggantikan bangsa Arab:
1. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya,
2. Bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin,
3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir,
4. Berjihad di jalan Allah,
5. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.

Dari lima kriteria di atas, mungkin terasa berlebihan jika menyebutkan bahwa bangsa (negara) Iran merupakan bangsa (negara muslim) terbaik yang ada saat ini dan sangat layak dipilih Allah untuk menggantikan bangsa Arab. Terlepas dari setuju atau tidak dengan keyakinan mayoritas bangsa Iran sebagai penganut Syiah, namun harus diakui bahwa bangsa/negara Iran memiliki (memenuhi) kriteria-kriteria yang disebutkan dalam surat Al-Mâ´idah ayat 54 di atas jika dibandingkan dengan bangsa/negara Irak, Suriah, Afganistan, dan Pakistan.
1. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya
يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
Agak susah untuk mengukur apakah Allah mencintai bangsa Iran atau tidak karena hal ini merupakan masalah ghaib. Tapi indikasinya bisa dilihat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di Iran. Misalnya: (1) Ketika terjadi Perang Iran-Irak (1980-1988), Iran mampu meraih kemenangan dari serangan Irak yang didukung penuh oleh Amerika, Eropa, Arab, dan Rusia. (2) Ketika Amerika mengirimkan enam pesawat Hercules C130 dalam Operasi Eagle Claw, operasi itu gagal hanya karena badai pasir yang melanda kawasan gurun Tabas. (3) Ketika Iran di embargo, Iran mampu bertahan selama lebih dari 30 tahun, dan malah bisa bangkit dari keterpurukan. Ketiga peristiwa tersebut menunjukkan seolah-olah adanya "pertolongan Allah" kepada bangsa Iran. Wallahu a'lam.

Sementara menyangkut kecintaan bangsa Iran kepada Allah bisa dilihat dari beberapa contoh berikut:

Untuk memperoleh gambaran mengenai bangsa Iran berkaitan dengan kriteria pertama ini, mungkin sabda Nabi Saww kepada 'Ali Kw berikut bisa lebih mewakili:
مَنْ أحَبَّكَ فقَدْأحَبَّنِي وحبِيْبُك حبِيْبُ اللهِ وعدوُّك عَدُوِّيّْ وعَدُوِّيْ عدوُّ اللهِ. الويلُ لِمَنْ أبغضَكَ مِن بعدي
"Barangsiapa mencintaimu berarti ia mencintaiku dan barangsiapa membencimu berarti ia membenciku. Kekasihmu adalah kekasih Allah, musuhmu adalah musuhku dan musuhku adalah musuh Allah. Celakalah orang-orang yang memusuhimu sepeninggalku"
(HR. Ahmad bin Hanbal dari Ibnu Abbas ra)
atau hadits berikut:
حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ أَحَبَّ اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ حُسَيْنًا حُسَيْنٌ سِبْطٌ مِنْ الْأَسْبَاطِ
"Husain bagian dariku, dan aku bagian dari Husain, Allah akan mencintai orang yang mencintai Husain, Husain termasuk dari sibt (keturunan yang akan menurunkan banyak ummat) dari beberapa ummat." (HR. Tirmidzi No. 3708)
Dan kita tahu bahwa mayoritas penduduk Iran penganut madzhad Ja'fari (Syiah Itsna Asyariyyah) yang notabene merupakan pecinta Ahlul Bait.[3]
2. Bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin
أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Tidak aneh jika muslim Sunni membantu muslim Sunni yang lain. Tapi jika Iran yang melakukannya jadi lebih memiliki nilai tersendiri karena mayoritas penduduk Iran penganut Syiah. Contohnya seperti ketika Iran menjadi negara yang paling getol membela dan memberikan dukungan moril maupun materil kepada penduduk Palestina, padahal mayoritas penduduk Palestina penganut Sunni.

Kelemah-lembutan bangsa Iran terhadap orang-orang mukmin ini pun mereka tunjukkan ketika membantu penduduk Irak yang diinvasi Amerika, padahal bangsa Irak pernah menyerang mereka selama 8 tahun (1980-1988) dengan dukungan Amerika, Eropa, Arab, dan Rusia. Atau ketika Iran, dengan Syiah-nya, tidak berusaha membalas perlakuan sekelompok muslim Sunni yang sering menghujat, memfitnah, mengkafirkan, bahkan berusaha untuk menghancurkan Iran. Begitupun ketika menjamurnya situs-situs celaan dan fitnahan terhadap Iran (Syiah), mereka tidak berusaha membalasnya dengan membuat situs-situs serupa.

Berbanding terbalik dengan negara-negara Arab, yang malah menjadi pendukung aksi-aksi kekerasan yang dilakukan terhadap sesama muslim sendiri, seperti: memberi dukungan terhadap aksi militer Mesir, dukungan terhadap kelompok oposisi (para pemberontak) Syuriah, dan dukungan terhadap teroris di berbagai belahan dunia.
3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir
أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ
Sudah menjadi rahasia umum jika Iran merupakan musuh utama dari musuh-musuh Islam, yaitu Amerika dan Zionis Israel, sejak revolusinya pada pertengahan tahun 1977. Karena permusuhannya itulah, kemudian Iran harus rela diembargo selama puluhan tahun, mendapat tekanan dari dunia internasional (khususnya Barat, Amerika, dan Israel), dan bahkan mendapat serangan dunia maya maupun serangan dunia nyata.
Sementara negara-negara Arab malah menjalin hubungan mesra dengan Amerika dan Zionis Israel.

Benar, bahwa Iran menjalin hubungan dengan Rusia dan China, yang merupakan negara komunis. Tapi kedua negara tersebut bukan musuh Islam, karena tidak pernah menyerang negara-negara Islam, baik secara fisik (invasi militer) maupun secara mental (propaganda negatif).
4. Berjihad di jalan Allah
يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Dalam masalah jihad, bangsa Iran bisa dikatakan paling depan. Jihad disini dalam pengertian bersungguh-sungguh didalam memperjuangkan nilai-nilai Islam agar memiliki manfaat bagi kemanusiaan.

Berikut adalah beberapa contoh jihad yang dilakukan bangsa Iran:
Berbeda dengan negara-negara Arab yang selalu mengandalkan pasokan dari Amerika, Eropa, dan Israel, baik dalam persenjataan militer maupun produk-produk teknologi lainnya.
5. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela
وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ
Siapa takut? Barangkali kalimat itulah yang dilontarkan bangsa Iran ketika menghadapi serangan mental maupun fisik yang dilancarkan Amerika dan Zionis Israel. Mungkin kalimat itu pula yang dilontarkan bangsa Iran ketika menghadapi berbagai hinaan dan fitnah yang terus disebarkan oleh kelompok takfiri. Siapa takut? Karena bangsa Iran sudah membuktikan diri selama puluhan tahun, pasca revolusinya tahun 1979, sebagai bangsa yang tidak pernah takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela, memfitnah, bahkan merongrong kedaulatannya sebagai sebuah bangsa yang merdeka.

Barangkali karena alasan inilah (adanya hadits-hadits yang mengatakan bahwa Bangsa Persia akan menggantikan Bangsa Arab) kenapa Arab Saudi rela bersekutu dengan musuh-musuh Islam untuk menyerang Iran. Selain itu, ternyata Arab Saudi dan Israel Memang Saudara Kandung dari Orang Tua Yang Sama maka sudah sepantasnya Bangsa Arab ini digantikan oleh bangsa yang lebih baik.

Percayakah anda? Memang sulit untuk mempercayainya, terlebih jika kita masih memandang Iran sebagai bangsa yang "sesat" karena Syiah-nya. Tapi adakah negara dengan mayoritas penduduk muslim yang lebih baik dari Iran? Semoga saja Indonesia bisa menjadi kandidat kuat untuk menggantikan bangsa Arab sesuai surat Muhammad ayat 38 di atas dan mampu memenuhi kriteria yang disebutkan dalam surat Al-Mâ´idah ayat 54 tadi. Mungkinkah? Hanya bangsa ini yang dapat menjawabnya. Semoga saja...

Wallahu a'lam....
Sangat Perlu Untuk Dibaca:
  1. Nubuat Nabi Terakhir Ternyata Belum Berakhir
  2. Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni
  3. Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian I)
  4. Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian II)
  5. Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian III)
  6. Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian IV)
  7. Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian V)
[1] Lihat juga Sunan Tirmizi No. 3184; Musnad Ahmad No. 9038; Shahih Muslim No. 4618, 4619; dan Shahih Bukhari No. 4518.
[2] Beberapa ulama tidak mempercayai hadits-hadits yang berasal dari Abu Huraerah karena disamping banyak mengeluarkan hadits, juga banyak hadits-hadits yang berasal darinya tidak masuk akal. Selengkapnya bisa dibaca disini atau disini
[3] Nabi Saww mendo'akan orang-orang yang mencintai 'Ali. Lihat Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni
  • Artikel Terkait Dengan Agama

    Terimakasih sudah membaca artikel SC Community's Blog

    22 komentar

    Iran ngagantikeun arab?he he..iran oge masih keneh riweuh olangan kang..:D ,

    mampir balik yo kang enes ke satriyoku.

    18 Februari 2015 08.47  

    kunjungi blog saya yach teman2 di http://chaniaj.blogspot.com
    banyak artikel yang bisa anda baca,kunjungi juga situs kami http://www.oliviaclub.com
    poker indonesia, poker terpercaya, situs poker, poker terbesar, dewa poker, texas poker, poker club,poker online indonesia,
    poker online, turnover poker.
    https://www.facebook.com/oliviaclubpk?ref=hl
    https://www.youtube.com/watch?v=nZeVknRm8fQ&feature=youtu.be ( OLIVIA)
    https://www.youtube.com/watch?v=4O3DiOiiOf8


    diharapkan kunjungan baliknya yach,,makacih...

    26 April 2015 19.46  

    kunjungan pertama.....
    manfaat banget website/Blog nya.....
    keep posting yang positif gan/sist..
    ijin lihat-lihat blog/website nya ya.....

    jangan lupa kunjungi website saya ya :)

    Daftar rumah Murah Tambun-Bekasi tahun 2016

    28 Agustus 2015 23.27  

    amin
    semoga pemimpin Iran
    seperti rosullala SAW dan
    saydina Abu bakar
    saydina Umar , saydina ustman dan saydina Ali

    21 November 2015 11.30  

    Semoga Allah memberi rahmat pada manusia yang tak pernah henti2nya mencintai ahlul bait. Insyaallah

    22 Januari 2016 03.53  

    Syah adalah syah..karena siah bukan bagian dri agama islam

    10 Maret 2016 17.13  

    Syiah detected. Syiah suriah dan iran kok membunuh bayi dan perempuan aleppo ya?.

    16 Mei 2016 18.41  

    ko pemerintahan arab nyerang penduduk anak2 perempuan2 laki2 yaman ko ga nyerang israel ko banyak saham d amrik walah ko lagi ko lagi ,,, hati hati mas ga smua syiah berbuat begitu ga smua arab juga bekerja sama dengan usa ko mas nyalahin syiah terus ,,, ga ada syiah ga ada sunni smua muslim mas jangan banyak ko ko ko yg ga jelas mas ahh

    28 Mei 2016 02.05  

    Saya sangat salut dengan Dedikasi Iran dalam membantu Palestina, baik melalui Hizbullah ataupun membantu dana bagi hammas dan fatah (walaupun mereka suni )... Dan saya sangat tidak bisa mengerti mengapa Arab Saudi , Turki , Qatar dan UEA malah enak-enakkan berpangku tangan bahkan menebar bibit terorisme di wilayah Timur Tengah dan dunia ,, bahkan saya lebih heran lagi mengapa Arab Saudi tetap mempertahankan Pangkalan Militer AS di wilayahnya ... sungguh saya heran ..

    11 Juni 2016 03.19  

    Hidup IRAN Hidup Hizbullah Freedom Palistine NKRI harga Mati..!!

    27 Juni 2016 11.32  

    Hahaha
    Siapa sih yang nulis Dongeng diatas????
    Bego amat tuh orang
    tertipu oleh iran.
    Kalian Tidak tahu seperti apa iran dan israel anjing di belakang dunia!????!!!!
    SAUDARA KEMBAR !!!
    Didepan dunia presiden iran emg terang2an Mengatakan ISRAEL adalah musuh!
    Tapi di belakang????
    Hah!! Lebih dekata daripada SAUDARA!?!!!!!!!!!
    JANGAN BODOH, JANGAN TERTIPU KALIAN!! PAKAI OTAK !

    15 Agustus 2016 10.37  

    Iran, dahulunya bernama Persia, bangsa yang telah maju dari masa lalu dan berani menantang hegemoni Mesir dan Yunani serta India dengan segala kebesarannya

    19 September 2016 09.50  

    Semoga Allah mempercepat kehancuran Arab Saudi dan menggantikan dgn Persia(IRAN)

    21 September 2016 13.17  

    Ooo...ternyata wahabi penyebar fitnahx...
    Hmmm...
    Memang dari dulu wahabi itu jagoanx kalo bikin fitnah.

    10 Oktober 2016 08.23  

    Ooo...ternyata wahabi penyebar fitnahx...
    Hmmm...
    Memang dari dulu wahabi itu jagoanx kalo bikin fitnah.

    10 Oktober 2016 08.24  

    Iran syiah..syiah bukan islam

    30 Oktober 2016 16.19  

    masalah khalifah ketika itu umat muslim dilakukan mufakat bersama bukan berdasar keturunan rasul, dan rasulullah mengajarkan untuk bermusyawarah. perihal ahlulbait merupakan hal yg dibuat buat, yang bebas dari dosa hanyalah nabi dan rasul, sedangkan nabi terakhir adalah nabi muhammad sallalahualaihiwasalam, keturunanya manusia biasa yang bisa memiliki dosa, hal ini dijelaskan anak nabi nuh, istri nabi luth, ayah nabi ibrahim, yang dijelaskan sebagai ahli neraka karena kafir sedangkan mereka keluarga nabi. wallahuallam.

    23 November 2016 22.13  

    Kurasa bangsa kurdi yang akan menggantikan. Bukan persia.

    17 Desember 2016 14.19  

    Tambahkan Komentar

    • Dimohon untuk tidak mencantumkan link aktif pada komentar sobat.
    • Gunakan Ruang Tanya pada TabView Menu, jika ingin menanyakan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan artikel di atas.
    Kang eNeS

    Terimakasih atas semua apresiasi yang sobat berikan.

    10 Artikel Terbaru

    10 Artikel Terpopuler