earth

Guestbook

/* Iklan google ads */

Dan Si Burung Merak Pun Terbang Jauh

Ketika pertama kali mendengar kabar kepergianmu, akupun termangu. Waktu menjadi bisu. Jarum jam seperti terhenti mengikuti pandangan yang terpatri pada berita televisi. Kamis enam delapan enol sembilan adalah hari ketika kau pergi. Dua dua sepuluh adalah waktu ketika kau terbang jauh: Mengepak sayap menyeruak mega menghadap sang pemilik hidup Yang Maha Digjaya. Bahkan ketika kau menuliskan sebuah puisi akan kecintaanmu padaNya. Dia tetap memanggilmu tanpa sedetikpun memberi jeda untuk kenduri keluarga.

Ah, “jika sampai waktuku ingin kumau hidup seribu tahun lagi”. Itu kata pendahulumu. Tapi ajal tak pernah memberi ruang bagi kompromi meski hanya untuk sedetik. Ia datang dan akan terus mendatangi setiap jiwa tanpa kita mampu berkelit. Dan ketika sampai waktu itu maka hanya kepasrahan yang terserahkan. Inna lillahi wa inna ilai raaji’uun. Sungguh, segala yang ada hanya milik Sang Maha Digjaya dan segala-gala akan kembali kepadaNya juga.

Duhai guru yang mengajarkan hidup. Duhai begawan yang mengajarkan kebenaran. Duhai paman doblang yang selalu berteriak lantang menentang ketidakadilan. Tak kan ada lagi bait-bait puisi yang tercipta dari tanganmu. Tak kan ada lagi sajak-sajak yang terucap dari mulutmu. Tak kan ada lagi adegan-adegan teatrikal dari gerak tubuhmu. Semua terbang bersama kepak sayapmu. Terbang menjauh meninggalkan jejak-jejak yang pasti terpatri dalam hati, dalam buku, dalam sejarah bangsa ini. Engkau akan selalu hidup hingga ribuan tahun lagi.

Selamat jalan sahabat. Selamat jalan... semoga Allah SWT menyediakan tempat yang layak bagimu karena kau telah banyak memberi bagi bangsa ini. Amien...
  • Artikel Terkait Dengan Sekedar Coretan

    Terimakasih sudah membaca artikel SC Community's Blog

    7 komentar

    selamat jalan, semoga selamat sampai di tempat

    8 Agustus 2009 15.05  

    Keduakkkks lah.

    Inna lillahi wa inna ilai raaji’uun,
    waduh GURU SASTRA ANE sudah PULANG unk. tp mo NANGIS, hUGGS HIKKS1000X, malu ku batur (kagak ada yang nangis)
    Ayo teruskan PERJUANGANNYA...
    HIDUP SASTRAAAAA.....

    8 Agustus 2009 16.21  

    Wah masa cuap2 di shoutmix di banned. atOW ku SC kagak boleh CAUAP2 YA????
    DI COBA aya kana 2JUTA X KAGAK BISA TERUSSSS.
    KAMARI URL yag di BANNED sama mBAH GOOGLE (SERIUS), eh sakarang di sama SC, padahal sdh sbg TAMU.....

    ADUH DI SANGKA TERORIS UNKKKKKK
    ANE MAH CUMA PATANI, PERCAYAAAA ATUHHHH.
    HEHE10000X

    8 Agustus 2009 16.39  

    Indonesia kembali kehilangan tokoh nasionalnya, semoga di terima di sisi Alloh SWT... ehmmm tapi kayaknya ada penggantinya Eyang Rendra disini nih .. :)

    8 Agustus 2009 23.39  

    muga amal dan ibadahnya diterimah disisi-nya.amin :)

    9 Agustus 2009 02.58  

    sekali lagi ahhh !!

    biar lebih bagus gitu :)

    9 Agustus 2009 03.03  

    Selamat jalan Sahabat ..........
    Engkau tetap hidup .........
    Karyamu tak kan pernah usang
    Semoga Rendra2 muda mulai mengepakkan sayapnya, mengikuti jejak si Burung Camar
    ditunggu .......
    ada satu harap ...
    Lahir dari Blogger2 kreatif dan cerdas
    amiiin.........

    9 Agustus 2009 03.14  

    Tambahkan Komentar

    • Dimohon untuk tidak mencantumkan link aktif pada komentar sobat.
    • Gunakan Ruang Tanya pada TabView Menu, jika ingin menanyakan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan artikel di atas.
    Kang eNeS

    Terimakasih atas semua apresiasi yang sobat berikan.

    10 Artikel Terbaru

    10 Artikel Terpopuler